
DOHA - Mengamati perlunya dukungan untuk ekonomi Islam, sebuah grup cendekiawan Muslim berencana menyatukan perusahaan-perusahaan Islam untuk mendorong pertumbuhan transaksi dan membantu si miskin dari dunia Muslim.
"Kami ingin sebuah sekutu Islam kuat yang mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri," ujar seorang cendekiawan tersohor Wagdi Ghoneim seperti yang dikutip oleh IslamOnline.com.
"Tujuan utamanya untuk memberi dukungan penjualan anggota perusahaan terhadap serangan produk-produk asing.
Wagdi mengatakan organisasi yang direncanakan itu akan memasarkan produk-produk anggotanya.
"Juga akan memberi perusahaan-perusahaan tersebut kesempatan meningkatkan kualitas produk dengan keuntungan dari riset yang dilakukan pusat penelitian organisasi,"
Berpusat di Belgia, organisasi itu diharapkan diumumkan segera.
"Rencana kami akan mengumumkan organisasi secara resmi pada beberapa bulan mendatang," ujar Wagdi
Anggota yang bergabung nanti diharuskan membayar 2 persen angka penjualan atau keuntungan kepada organisasi tersebut.
"Sebagai ganti, para anggota akan memperoleh beberapa kemudahan," ujarnya.
"Salah satunya anggota akan memperoleh label organisasi untuk menjamin perlindungan mereka terhadap kompetisi produk asing," papar Wagdi.
Selain itu anggota perusahaan yang bergabung akan memiliki akses ke pusat riset organisasi.
"Setiap firma akan memiliki halaman khusus di website organisasi," kata Wagdi.
Wagdi mengatakan organisasi perserikatan itu bertujuan menyatukan dunia Muslim dan mengatasi masalah yang dihadapi Muslim skala dunia.
"Sangat penting untuk meningkatkan kondisi kehidupan kantong-kantong kemiskinan di dunia Muslim" ujarnya
Lebih lanjut ia mengatakan organisasi itu berencana mendirikan proyek bisnis skala kecil untuk para keluarga miskin.
Rencana itu kedepan juga akan memberi bantuan terhadap para anak yatim piatu di wilayah Palestina, seperti bantuan pendidikan pelajar Muslim untuk belajar di universitas top dunia.
Cendekiawan Muslim itu juga mengatakan bukan tak mungkin organisasi akan mendanai pusat riset ilmiah untuk dunia Muslim, sekaligus mengupayakan perlindungan terhadap tempat-tempat sakral Islam yang terancam, seperti Masjid Al Aqsa di kota Al Quds
Dedikasi lain yang juga telah masuk dalam perencanaan adalah mendukung para korban serangan Israel di kawasan yang dijajah tersebut.
"Tak hanya Palestina, kami juga akan menawarkan sebagian keuntungan untuk membantu negara-negara Islam yang menderita akibat konflik seperti Irak, Sudan, Somalia, dan Pakistan./itz
Senin, 15 Juni 2009
Serikat Dunia Perusahaan Islam Bakal Didirikan
Diposting oleh Oke Coy di 22.36 0 komentar
Menyikapi KTSP Gmn Yach#$@%???
MENYINGKAPI PELAKSANAAN “KTSP”
Sejak ditetapkannya KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang menggantikan kurikulum sebelumnya, yaitu KBK yang pelaksanaannya belum memberikan hasil yang optimal sesuai yang diharapkan oleh pemerintah. Dengan munculnya KTSP yang konon katanya kurikulum tersebut dapat mempermudah para guru dalam menentukan tujuan akhir dari pembelajaran tersebut dan dapat digunakan atau dilaksanakan dimana saja, baik itu di kota maupun di daerah-daerah terpencil. Tapi anehnya semenjak ditetapkanya malah sebaliknya mengundang banyak pertanyaan dimana-mana, baik dikalanagan pemerintah maupun oleh kalangan para guru sebagai pelaksanan kurikulum tersebut sangat resah dan bingung dalam melaksanaannya. Akan tetapi pemerintah merespon pertanyan tersebut dari para guru agar tenang dan jangan resah dalam melaksanakannya dilapangan. Karena kurikulum tersebut hanya modipikasi dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Dalam hal ini KTSP juga dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/ sekolah, karakteristik sekolah/darah, sosial budaya masyarakat setempat, dan karakteristik peserta didik setempat. Dengan diberlakukannya KTSP yang katanya hanya untuk sebagai penyempurna dari kurikulum sebelumnya dan untuk mengembangkan kualitas pendidikan kea rah yang lebih baik. Akankah hal itu dapat terwuju?. Untuk menjawab hal tersebut mari kita lihat pakta dilapangan tentang pelaksanaannya, sebagian besar para guru menggap perubahan tersebut bukan sebagai suatu langkah dalam meningkat kualitas pendidikan. Karena sebagaian besar guru kurang mengerti dalam penyusunan dan pelaksanannya, untuk mengatasi hal tersebut sangat diharapkan peran dari kepada pemerintah dan para gurudalam meningkatkan kualitas pendidikan yang diharapkan dari kurikulum tersebu.
Ada dua hal yang harus di perhatikan \pemerintah dan para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang diharapkan.
Pertama, bagaimana peran guru dalam menyikapi diberlakukannya KTSP, karena kalau respon atau tanggapan guru terhadap diberlakukannya KTSP itu bukan sebagai perubahan, akan tetapi senbagai masalah dan penghambat dalam pelaksanaannya dilapangan, hal ini tidaklah mungkin akan terwujud kualitas pendidikan yang diharapkan.
Kedua, Bagi guru, kepala sekolah dan dewan pengawas dengan adanya KTSP ini agar menjadi iklim pembelajaran yang kondusip bagi terciptanya suasana yang aman , nyaman dan tertib, sehuingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan tenang dan menyenangkan. Untuk meningkatkan kualitas peserta didik banyak kebijakan yang harus di perhatikan oleh elemen atau lembaga-lembaga yang ada di daerah atau sekolah tersebut dalam melaksanakan otonomi sekolah an kepemimpinan sekolah dan partisipasi masyarakat serta kemandirian guru dalam menyikapi perkembangan pendidikan pada zaman sekarang ini. Oleh karena bukan suatu yang mustahil tejadi kalau tujuan KTSP terseb dapat terwujud, semua ini tergantung kepada pribadi kita dan sekolah dalam menyikapinya.
Diposting oleh Oke Coy di 22.11 0 komentar